Dove si trova la felicità?, a naruto fanfic - FanFiction.Net
Kado buat Amel. Mungkin sederhana, tapi semoga dia menyukainya. Terima kasih sudah mau menjadi teman, adik, uke untuk saya. ^^ Semoga di lain waktu kita bisa ketemu ya. :)
Rabu, 21 Desember 2011
Sabtu, 05 November 2011
Life
Life is short. Use your life as possible. Live with a relaxed but serious. Search and find the meaning of life; to what you were born, to whom you live, and how did you enjoy the process of life today. Because life is a process.
Kamis, 03 November 2011
Dew
The rain subsided...
Leaving a trail of dew on the leaves.
Drop by drop, the rain water that settles on the foliage becomes dew.
Then, slowly. Drops of water falling leaves traces on the foliage, and gently stroked the ground we walk on.
I just wanted to say I love it when it rains and subsides.
Rabu, 02 November 2011
Puddles Of Water On The Rocks
When the rain caressing the earth, flowing water droplets to create impressions on what he encountered. When the rain stopped, I was interested in the stones of the stagnant water of the rain. Shiny with a coolness that brought the rain drops.
Sabtu, 22 Oktober 2011
Rain During The Spring
Naruto doesn't belong to me. I just borrowed it.
SasuSaku Fiction.
Semi-Canon with AT..
.
.
Drass
Drass
Drass
Tetes-tetes air itu masih betah membasahi setiap tempat yang berada
di bawahnya. Langit mendung menghalangi pencahayaan alami dari sang
rembulan.
Clak
Satu tetes air hujan itu jatuh ke atas telapak tangan milik seorang perempuan berambut merah muda—sang kunoichi.
Clak
Clak
Clak
Tetes-tetes air hujan itu jatuh kembali, tak hanya membasahi telapak
tangannya tapi seluruh badannya yang memang telah basah sedari tadi. Ya,
karena ia masih tetap berada di sana, di tempatnya yang sama seperti
tiga puluh menit yang lalu, duduk disebuah bangku yang menjadi tempat
terakhir kali ia bertemu dengan seseorang yang meninggalkannya malam
itu. Viridian-nya menatap telapak tangannya yang dipenuhi
tetesan air hujan yang jatuh. Satu tetes air hujan itu jatuh ke tanah
dan disusul dengan yang lainnya. Terus-menerus seperti itu.
Tak ia hiraukan badannya yang telah menggigil kedinginan. Ia masih tetap di sana. Duduk menunggunya.
—Menunggu seseorang yang ia tahu tak akan datang.
•••
•••
Viridian itu tampak goyah saat berhadapan dengan sang obsidian. Dalam balutan musim semi mereka berhadapan satu sama lain. Hal yang tak pernah sang kunoichi duga. Ingatan saat terakhir kali mereka bertemu membuat dadanya merasakan sesak.
Dengan perlahan ia mencengkeram dadanya. Matanya tak lepas menatap manik obsidian, sesaat sang angin melewati mereka dan menerbangkan helaian-helaian rambut merah muda dan dark blue.
“Mengapa kau ada di sini?” Ia membuka suara yang tedengar serak di telinganya.
Sang pemilik obsidian tak membuka suara, hanya menatap sang viridian.
Sang kunoichi—Haruno Sakura memejamkan matanya sejenak,
menahan terpaan berbagai emosi yang melandanya. Ia tak begitu mengerti,
karena memang ia tak mengerti. Mengapa ia selalu seperti ini? Terlihat
lemah di depannya. Di depan seorang Uchiha Sasuke.
“Mengapa? Mengapa—Sasuke?” tanyanya kembali tanpa mengeraskan suara.
Viridian itu membuka dan menatap sang obsidian. Uchiha Sasuke hanya diam tak bersuara. Hanya menatap sang viridian yang kini mulai mengalirkan tetes-tetes air mata yang jatuh dan mengalir di pipi Haruno Sakura.
•••
Ia bergerak dengan cepat dan kini berada di belakang sang kunoichi
berambut merah muda itu. Dapat ia dengar suara napas yang tertahan dari
Sakura. Ia mengulurkan kedua lengannya dan memeluk pinggang sang kunoichi. Aroma cherry menyambut indera penciumannya. Obsidian miliknya menatap ke arah langit dengan awan yang bergumul dan mulai mendung.
“Jangan menangis!” ucapnya membuka suara.
Sakura yang berada dalam pelukkannya masih diam terpaku, terlalu terkejut dengan tindakan Sasuke.
Sasuke tak tahu efek dari tindakannya ini. Membuat luka yang menyayat hati Sakura menjadi tambah parah.
“Lepaskan!”
•••
Bersambung... Hahaha....
Ini lagi gaje-gajean, habis gak ada inspirasi. :( Gaje banget pastinya.
Rabu, 19 Oktober 2011
Liga Ganesha (XI Social 1)
Ini sebelum kita latihan bola voli. ^^ Jadi, foto-foto dulu soalnya anak-anak yang lain belum datang. Hahaha...
-17 Maret 2011-
Holidays Last Year
I don't know what to tell you about last year's holiday. Clearly, my friends and I were happy. Why place the background there? Okay, don't ask it. ^ ^ There was a funny incident, but I'm confused where to start. Um ... Importantly, use your vacation time to create beautiful moment with your friends.
Sabtu, 21 Mei 2011
210511
Aku mengeratkan jaket yang kukenakan, rasa dingin yang disebabkan semilir angin yang berembus terkadang masih menyelusup masuk ke dalam celah-celahnya. Kuedarkan pandanganku, suasana terasa hening. Aku mendongak, menatap hamparan hitam di atas sana dengan titik-titik pendar keemasan. Sesekali, helaian-helaian rambut hitam sebahuku melayang-layang tertiup embusan sang angin. Rembulan masih tampak malu-malu menampakkan dirinya karena sang awan abu-keemasan itu tetap setia berada di depannya.
Kualihkan pandanganku, menatap pepohonan yang berjejer di depan sana. Suara gemerisik dedaunan bagai alunan simfoni yang menemaniku. Terkadang ada beberapa helai daun-daun itu jatuh dan tertiup angin. Malam minggu ini rasanya sepi. Ya, memang selalu sepi. Aku membuka halaman buku yang kubawa, membacanya di bawah sinar bulan yang tak seberapa dan lampu taman. Menenggelamkan diri dalam bacaan. Berfantasi untuk menikmati apa yang tengah kubaca. Sebuah novel bergenre: fantasy, adventure, dan dibumbui dengan romance. :)
Kualihkan pandanganku, menatap pepohonan yang berjejer di depan sana. Suara gemerisik dedaunan bagai alunan simfoni yang menemaniku. Terkadang ada beberapa helai daun-daun itu jatuh dan tertiup angin. Malam minggu ini rasanya sepi. Ya, memang selalu sepi. Aku membuka halaman buku yang kubawa, membacanya di bawah sinar bulan yang tak seberapa dan lampu taman. Menenggelamkan diri dalam bacaan. Berfantasi untuk menikmati apa yang tengah kubaca. Sebuah novel bergenre: fantasy, adventure, dan dibumbui dengan romance. :)
Back To December
Back To December lyrics
Songwriters: Swift, Taylor;
Songwriters: Swift, Taylor;
I'm so glad you made time to see me
How's life? Tell me, how's your family?
I haven't seen them in a while
You've been good, busier than ever
We small talk, work and the weather
Your guard is up, and I know why
Because the last time you saw me
Is still burned in the back of your mind
You gave me roses, and I left them there to die
So this is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I'm sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December all the time
These days, I haven't been sleeping
Staying up, playing back myself leaving
When your birthday passed, and I didn't call
Then I think about summer, all the beautiful times
I watched you laughing from the passenger side
And realized I loved you in the fall
And then the cold came, the dark days
When fear crept into my mind
You gave me all your love, and all I gave you was goodbye
So this is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I'm sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time
I miss your tan skin, your sweet smile
So good to me, so right
And how you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry
Maybe this is wishful thinking
Probably mindless dreaming
But if we loved again, I swear I'd love you right
I'd go back in time and change it, but I can't
So if the chain is on your door, I understand
This is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I'm sorry for that night
And I go back to December
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time, all the time
Eyes Set to Kill-Inside the Eyes
I can't breathe
But I take feel the heat
It takes a toll on me
I'm ready for you
Release, release me.
Better to be a pair
Through each and every stare
That glare behind your eyes
Told me to save you.
Is this what you call silence?
Inside the eyes of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
Can we break the silence?
Now I want you to speak clearly
Never mistake my good nature
Don't you ever cross me, ever cross me.
Is this what you call silence?
Inside the eye of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
Better to be a pair of bitter souls
(I'd rather fight this all on my own)
Better to be together than alone
(Our differences are taking their toll)
Better to be a pair of bitter souls
(You'll finally find someone
Who could give you what I wish I could)
(But I've been so jaded
Forget the past
It wasn't meant to be this way
I need to fight this on my own.)
Is this what you call silence?
Inside the eye of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
Is this what you call silence?
Inside the eye of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
But I take feel the heat
It takes a toll on me
I'm ready for you
Release, release me.
Better to be a pair
Through each and every stare
That glare behind your eyes
Told me to save you.
Is this what you call silence?
Inside the eyes of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
Can we break the silence?
Now I want you to speak clearly
Never mistake my good nature
Don't you ever cross me, ever cross me.
Is this what you call silence?
Inside the eye of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
Better to be a pair of bitter souls
(I'd rather fight this all on my own)
Better to be together than alone
(Our differences are taking their toll)
Better to be a pair of bitter souls
(You'll finally find someone
Who could give you what I wish I could)
(But I've been so jaded
Forget the past
It wasn't meant to be this way
I need to fight this on my own.)
Is this what you call silence?
Inside the eye of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
Is this what you call silence?
Inside the eye of every storm
Break away, break away
From this situation
Take away, take away
All the things that hold us down.
Sabtu, 12 Februari 2011
hm... ?

Mungkin selama ini aku terlalu banyak berpikir. berpikir yang tak perlu. Kini aku ingin fokus pada impianku. Tak ingin sesuatu menghalangi jalanku untuk meraih apa yang aku inginkan!!!
Ehm.... aku bisa dibilang aneh. Yah... gak apa sih...
oh iya, aku suka banget lho ma Kuroshitsuji.
apalagi sama Sebastian. Kalo Ciel kayaknya kepribadiannya agak mirip aku, tapi gak semuanya juga kok...
I LOVE KUROSHITSUJI!!!!
Langganan:
Komentar (Atom)

















